Terkadang kita sebagai anak sering kali merasakan kebingungan disaat Orang Tua kita akan merayakan ulang tahunnya. Apalagi untuk seorang anak yang belum memiliki penghasilan sendiri. Tetapi, ingin memberikan yang terbaik untuk Orang Tua mereka. Itu pula yang pernah kualami. Aku berpikir untuk memberikan sesuatu yang berbeda untuk Papa, dengan biaya yang minim. Puisi, sebuah puisi yang ditulis sendiri sebuah kado untuk Papa..
Beginilah penggalan puisi itu:
"Siapakah Dia?
mata, yang selalu mengawasiku..
mata, yang membuat hatiku teduh..
mata, yang menatapku penuh harap..
Siapakah Dia?
bibir, yang selalu berucap doa untukku..
bibir, yang selalu tersenyum untukku..
bibir, yang berucap, "Aku Bangga Padamu, Nak"..
Siapakah Dia?
tangan, yang selalu mengelus pipi dan rambutku..
tangan, yang selalu menepuk pundakku..
tangan, yang selalu merangkulku..
Dia..
Ayahku, Ayah yang selalu ada untukku..
Ayah sebagai idola untukku..
Ayah sebagai Pahlawan untukku..
Thanks for eveything, Pa..
Happy Birthday..
Wish you all the best..and Jesus always bless you.."
kiss n hug,ur daughter..
Sheila Fiona
28 Juni 2009
Itulah sepenggal puisi yang saya tulis untuk Papa. Tentu saja aku juga mengemasnya dengan manis, kubingkai dan disebelah bingkainya kuletakkan mawar putih. Aku meletakkan Kado itu di meja kerjanya, tepat pada jam 12 malam. Perasaan yang menggembirakan, ketika melihatnya tersenyum di pagi hari menyambutku bangun dari tidur. Dan bingkai itu masih terpasang di tembok ruang kerja Papa sampai hari ini.
" berikanlah yang terbaik untuk seseorang yang kau cintai hari ini, seakan-akan kamu akan mati esok hari"
*cheers,
Sheila Fiona

Tidak ada komentar:
Posting Komentar