Minggu, 24 Juli 2011

Belajar hal "Besar" dari sesuatu yang "Kecil"

Entah beberapa kali saya naik kendaraan umum kecil, khususnya angkutan umum atau angkot. Dan saya selalu memilih untuk duduk di depan bersama BApak supir, alasan keamanan mendasari hal itu. Tau lah ya, apa lagi yang sering naik angkot, bus, kereta atau transportasi umum lainnya di Jakarta. Rawan tindak kejahatan bagi wanita khususnya.

Suatu kali saya ingin ke kampus dan saya memilih untuk menggunakan angkot untuk ke terminal. MenStop angkot dan duduk di depan. Dalam hati saya berkata : " Angkotnya kosong lagi, pasti ngetem (menunggu pemumpang) deh ni. Lama deh ni pasti."

Akhirnya bener aja, sang supir menghentikan mobilnya, saya pura-pura melihat jam dan mengetuk-ngetukkan kaki. (jurus ampuh agar pa supir sadar, kita lagi buru-buru) * tapi mikir juga si, kalo ga gitu dapet duit dari mana ya? secara saingannya banyak. akhirnya ya udalah ya, nunggu sebentar.

Akhirnya saya menengok ke kotak uang pak supir, baru sedikit dan uang receh. Saya mulai membuka percakapan dengan Pak Supir.
" Uda lumayan pak dapetnya?" basa basi sih.
 pak supir menjawab, " ya lumayan deh neng, uda dari tadi jam 5 subuh juga."
kalo menurut saya sihm hasilnya kurang sebanding..
lalu pak supir kembali bertanya. kuliah ato kerja neng?
"kuliah pak" jawabku.
"oooh dimana?" katanya lagi.
" di Fatmawati." jawabku lagi.
"berarti naik bus 76 donk ya? " katanya lagi.
"iaa pak" sambil tersenyum.
" kalo supir bus mah, enak neng. puter duitnya cepet. kalo kita tunkang angkot sih lama. uangnya uang kecil semua, hehe"
"iaa pak, kan muatannya juga banyak." jawabku lagi.
pak supir berkata : " tapi saya mah neng, biarpun dapetnya kecil, asal iklas, trus kerjaan itu dikerjain aja seneng hati, pasti hasilnya bakalan seneng neng. kadang orang nganggep kecil supir angkot, ga sekolah, ga punya ilmu, ia kan? tapi jasa kami, berharga, nganter2, ya emang sih sekarang uda banyak saingan, ojek dimana-mana, tapi kalo ada kerjaan ga diambil, dari pada nganggur masih lebih bagus jadi supir angkot kan?"
cerita pak supir.

WOW, kata-kata bapak ini bener banget, kalo punya kerjaan sekecil apapun, ya harus kita kerjain dengan tulus, hasilnya pasti akan baik. mengantar orang ke suatu tempat memang sepele, tapi, untuk orang-orang yang membutuhkan jasanya, itu sangat berharga.
pak supir ga liat tuh berapa kecilnya yang dia dapet, tapi dia nyoba untuk lakuin segala sesuatunya dengan tulus dan iklas.
Dan bener kata dia, lebih baik kita ngerjain hal-hal kecil yang jadi berharga, dari pada kita harus berdiam diri.
sebuah motivasi untuk saya, dari seseorang yang "Kecil" namun "Besar"

Akhirnya saya menjawab perkataannya seperti biasa : "Semangat ya Pak!! makasi looh" *tentunya dengan senyuman tulus donk :)
Si bapak juga menjawab : " sama-sama neng. sukses untuk kuliahnya ya"

Percakapan sebentar itu sangat berkualitas dari seseorang yang "Kecil"
melakukan apapun dengan tulus dan iklas, berbuat sesuatu hal yang kecil namun berarti dannnn... jangan menganggap "kecil" untuk orang-orang yang "besar"

*cheers,
SheilaFiona